Berita & Info
31 Agustus 2016

Workshop "Persiapan Menyambut Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan PIN Online 6 Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet"

Jakarta, Pada tanggal 31 Agustus dan 1 September 2016 diadakan workshop yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama ASPI bertempat di Ruang Serbaguna, Gedung Sjafruddin Prawiranegara kompleks Bank Indonesia. Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk Memberikan pelatihan kepada team operasional dan TI bank untuk mendapatkan pemahaman teknis sehubungan dengan implementasi standar nasional teknologi chip NSICCS dan penggunaan PIN Online 6 digit untuk kartu ATM/Debet, agar bank-bank dimaksud dapat melakukan perencanaan dan pengelolaan proses migrasi sesegera mungkin dan siap memenuhi ketentuan BI terkait hal tersebut; dan Mendapatkan komitmen dari para Direksi / Manajemen Senior Bank untuk mendukung penuh penerapan NSICCS dan penggunaan PIN Online 6 Digit sesuai dengan ketentuan BI terkait hal tersebut.

Dalam workshop ini BI bersama ASPI mengundang beberapa perwakilan bank yang ada di Indonesia terutama dari bank konvensional kategori Buku 1, Buku 2, BPD, Bank Syariah dan BPR. Agar workshop ini didukung oleh manajemen senior dari masing-masing bank dan juga agar diikuti oleh perwakilan (PIC) bank yang kompeten di bidang teknologi dan operasional implementasi NSICCS nantinya, maka pada kesempatan ini BI bersama ASPI mengundang level Direksi dan Manajemen Senior Bank yang membawahi bisnis kartu ATM/Debet serta PIC IT & Operation nya.
 
Pelaksanaan workshop ini dibagi menjadi 2 (dua) batch yaitu batch pertama pada 31 Agustus 2016 dihadiri oleh perwakilan bank yang berasal dari daerah di luar provinsi DKI Jakarta, kemudian batch kedua pada keesokan harinya 1 September 2016 dihadiri oleh perwakilan bank yang ada di DKI Jakarta.

Workshop ini terbagi menjadi 3 (tiga) sesi yang terdiri dari sesi Pembukaan oleh Pimpinan DKSP (Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran) dan DSSK (Departemen Surveillance & Stabilisasi Keuangan), Bank Indonesia serta Pimpinan ASPI; selanjutnya sesi Berbagi Pengalaman oleh Perwakilan Anggota ASPI dari Bank Mandiri dan Bank Permata; kemudian sesi Penjelasan oleh Perwakilan dari PT CBI (Citra Bakti Indonesia) dan Perwakilan Anggota ASPI dari 3 (tiga) Perusahaan Switching  yaitu PT Alto Network, PT Artajasa Pembayaran Elekronis dan PT Rintis Sejahtera.

Dalam sambutannya, Bank Indonesia  menegaskan Tujuan implementasi standar nasional teknologi chip (NSICCS) dan PIN online 6 digit pada kartu ATM/Debet adalah untuk memperkuat keamanan dan efisiensi, mendorong interoperabilitas, menjaga kepentingan nasional, serta meningkatkan kemandirian industri ATM/Debet domestik. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia telah menerbitkan SEBI No.17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 perihal Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan PIN Online 6 Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia. Di dalam ketentuan ini, Bank Indonesia telah menetapkan periode implementasi (migrasi) standar nasional teknologi chip (NSICCS) dan PIN online 6 digit pada kartu ATM dan/atau kartu Debet sampai akhir tahun 2022. Berikut ini rinciannya :

Sesuai jadwal diatas, khusus terkait deadline tahapan implementasi infrastruktur host dan back-end system bank untuk memproses transaksi kartu ATM dan/atau kartu Debet berbasis standar nasional kartu chip dan PIN Online 6 digit pada tanggal 30 Juni 2017, Bank Indonesia meminta perhatian seluruh industri SP mengingat waktu yang sudah cukup dekat. Bank Indonesia  mengharapkan agar seluruh industri SP dapat memberikan komitmen terhadap implementasi standar nasional teknologi chip dan PIN Online 6 digit dimaksud. Seluruh elemen industri SP agar dapat berperan aktif dalam berbagai upaya persiapan pengelolaan standar nasional Kartu ATM dan/atau Kartu Debet, pemenuhan persyaratan yang ditentukan Bank Indonesia, serta pemberian edukasi kepada masyarakat sebelum dan setelah implementasi standar nasional kartu ATM/Debet. Guna mendukung implementasi standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 digit ini, Bank Indonesia juga meminta komitmen dari seluruh industri SP untuk menyampaikan laporan implementasi tersebut secara berkala kepada Bank Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan presentasi ASPI dengan pemaparan mengenai Industri perlu mempertimbangkan dan memperhatikan kompleksitas proses migrasi standar teknologi kartu ATM/Debet berbasis chip dan batas waktu serta tahapan implementasinya. Adapun ASPI memandang bahwa proses migrasi adalah perubahan end-to-end yang membutuhkan komitmen dan dukungan Direksi; Diperlukan rencana kerja yang komprehensif dan dukungan Task Force lintas fungsional serta sistem pemantauan implementasi yang ketat dalam rangka memastikan kesuksesan program dan aspek kepatuhan terhadap regulasi; Perhatian kepada proses layanan kepada nasabah yang berkesinambungan selama proses migrasi (awal – transisi – penyelesaian); Melalui worskhop ini, ASPI menfasilitasi proses pembelajaran migrasi kepada anggota oleh anggota. ASPI juga melihat bahwa program migrasi nasional standar teknologi kartu ATM/Debet berbasis chip membutuhkan kolaborasi dan harmonisasi antara pelaku industri, Bank Indonesia dan ASPI. Dalam hal ini ASPI siap memberikan dukungan kepada anggota secara periodik sesuai tahapan implementasi.

Pada sesi Berbagi Pengalaman diisi oleh perwakilan anggota ASPI dari PT. Bank Mandiri, Tbk dengan topik mengenai "Proses Migrasi Implementasi Penggunaan Standar Kartu Berteknologi Chip (NSICCS)", dengan materi mengenai Pengertian Standar Kartu Chip NSICCS; Kartu Magnetic Stripe vs Kartu Chip; Proses Migrasi; dan Project Team. Selanjutnya perwakilan anggota ASPI dari PT. Bank Permata, Tbk. membahas topic mengenai "Strategi Penerbitan dan Pendistribusian Kartu", dengan materi antara lain mengenai Implikasi Penerbitan Kartu Chip pada Penerbit; Tahapan Implementasi Kartu Chip; Checklist Implementasi sebagai Penerbit; Opsi Kartu & Personalisasi; Prosedur Internal; dan Edukasi/Sosialisasi Internal & Eksternal.

Sesi selanjutnya adalah sesi Penjelasan secara teknis oleh perwakilan dari PT. Citra Bakti Indonesia (CBI), dengan topik "Proses Personalisasi Kartu dan Sertifikasi Kartu/Terminal" yang memaparkan materi diantaranya Tugas CBI; Mengapa Perlu CBI; Cakupan dan Batasan CBI; Produk yang sudah Sertifikasi; dan Proses CPT untuk Bank Penerbit Kartu.

Perwakilan anggota ASPI dari PT. Artajasa Pembayaran Elektronis juga memberikan penjelasan teknis mengenai "Proses Functional Test Lab", dengan materi NSICCS Lab; dan Proses CPT (Card Perso Test), selanjutnya perwakilan anggota ASPI lainnya yaitu PT. Alto Network menyampaikan "Proses Key Management", dengan materi diantaranya Fungsi Key Management; CA (Certificate of Authority); Static & Dynamic Data Authentication (SDA – DDA); Expiry Date Key, dan lain-lain. Sesi Penjelasan teknis ini ditutup dengan pemaparan dari perwakilan anggota ASPI, PT. Rintis Sejahtera yang membawakan topik "Sertifikasi Jaringan" dengan materi : Tujuan, Persyaratan Teknis, Konfigurasi, dan Tahapan dari Sertifikasi Jaringan.

Baik dalam sesi Berbagi Pengalaman dan Penjelasan teknis, moderator mempimpin jalannya sesi tanya jawab antara para peserta dengan pembicara workshop, serta membuat notulensi dan kesimpulan workshop. Rentetan acara yang berlangsung pada workshop selama 2 (dua) hari ini pun diakhiri tepat pada pukul 16.00 WIB.

Demikian acara workshop dalam rangka menyambut implementasi standar nasional berteknologi chip dan PIN Online 6 digit pada kartu ATM dan/atau kartu Debet yang dilangsungkan oleh Bank Indonesia dan ASPI. Semoga workshop ini bermanfaat bagi industri sistem pembayaran di Indonesia.


~Terima kasih~

Workshop & Seminar Lainnya

: Gd. Graha Mandiri Lt. 26, Jl. Imam Bonjol 61, Jakarta Pusat

: sekretariat@aspi-indonesia.or.id ; : (62-21) 230 0393

: (62-21) 230 1947 / (62-21) 230 1829

Copyright © 2017 Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia - ASPI