Berita & Info
Kegiatan ASPI – 2016

1. Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUA-LB) 2016

Pada tanggal 7 April 2016, bertempat di Ruang Chandra, Gedung Kebon Sirih lantai 6, Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl. MH Thamrin No. 2, Jakarta 10350,  Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk pertama kalinya mengadakan Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB)  yang dihadiri oleh 101 perwakilan anggota ASPI atau 81% dari seluruh jumlah anggota ASPI yang memiliki hak suara yaitu 124 Anggota yang berasal dari industri perbankan dan non perbankan seperti perusahaan telekomunikasi, perusahaan switching, dan lain-lain setingkat Presiden Direktur/CEO, Direksi dan Senior Eksekutif.

Rapat ini juga dihadiri pembukaannya oleh Gubernur Bank Indonesia, Bapak Agus D.W. Martowardojo dan Direktur Eksekutif - Departemen Kebijakan & Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Ibu Eni V. Panggabean beserta jajarannya.

Tujuan utama Rapat kali ini untuk membahas dan menghasilkan keputusan bersama anggota ASPI mengenai Penggunaan dan Kepemilikan standar nasional teknologi chip NSICCS untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet.

Dalam Rapat ini telah diambil keputusan, yaitu sebagaimana termuat dalam akta “Risalah Rapat Umum Anggota Luar Biasa Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, tertanggal 7 April 2016, No. 14, yang minuta aktanya dibuat oleh Notaris Ashoya Ratam, SH, Mkn, yang pada pokoknya Rapat dengan suara bulat atas dasar musyawarah untuk mufakat telah memutuskan :

  1. Menyetujui penggunaan standar teknologi chip NSICCS untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet sebagai standar industri sistem pembayaran
  2. Menyetujui ASPI untuk mengambilalih kepemilikan standar teknologi chip NSICCS dari Forum Prinsipal dengan memberikan penggantian biaya pengembangan sebesar IDR 15.750.000.000 yang dibayar secara bertahap paling lambat 31 Desember 2021
  3. Menyetujui ASPI untuk mengeluarkan Surat Pernyataan mengenai kesediaan ASPI untuk menyerahkan kepemilikan standar teknologi chip NSICCS kepada Bank Indonesia dan untuk pada waktu yang ditetapkan Bank Indonesia menyerahkan kepemilikan standar teknologi chip NSICCS tersebut kepada Bank Indonesia
  4. Menyetujui perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar ASPI berkenaan dengan   Maksud  dan  Tujuan   serta   Kegiatan ASPI, yaitu :
  • Penambahan sub ayat pada Pasal 4 ayat 2 sebagai huruf g yang berbunyi : “Pengelola standar kartu berbasis teknologi chip termasuk kegiatan lainnya dalam rangka pelaksanaan pengelolaan standar kartu berbasis teknologi chip sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia”.
  • Memberikan kuasa kepada Badan Pengurus dengan hak subtitusi untuk menyatakan kembali keputusan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar ASPI tersebut ke dalam Akta Notaris dan mengajukan permohonan persetujuan kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia serta melakukan tindakan lain yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku

Demikian informasi kami mengenai hasil rapat dari RUALB–ASPI yang dilaksanakan pada tanggal 7 April 2016.

2. Rapat Umum Anggota (RUA) Tahunan 2016

Pada tanggal 16 Juni 2016 telah diselenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) Tahunan untuk Tahun Buku 2015 (selanjutnya disebut “Rapat”) bertempat di Ruang Chandra, Gedung Kebon Sirih lantai 6, Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jl. Kebon Sirih No. 92-94, Jakarta Pusat.

Rapat ini dihadiri 83 anggota ASPI atau 67% dari seluruh jumlah anggota ASPI, sejumlah 124 Anggota, yang dengan demikian maka kuorum yang disyaratkan dalam Pasal 19 ayat 1 Anggaran Dasar ASPI telah terpenuhi dan Rapat berhak untuk mengambil keputusan yang sah dan mengikat mengenai hal-hal yang dibicarakan sesuai dengan agenda Rapat.

Adapun  Rapat ini mengagendakan: Persetujuan Laporan Tahunan Badan Pengurus dan laporan Tugas Pengawasan Badan Pengawas untuk tahun buku 2015 serta Pengesahan Laporan Keuangan ASPI tahun buku 2015; Perubahan susunan Badan Pengurus dan Badan Pengawas ASPI; Pengangkatan anggota Badan Pengawas dan Badan Pengurus periode 2016 – 2019; Persetujuan Pengunduran Diri dan Pengangkatan Ketua Komite 1 (RTGS/SKN/S-4/PVP); Laporan Penunjukan Ketua Komite 7 oleh Badan Pengurus.; dan lain-lain.

Rapat dengan suara bulat atas dasar musyawarah untuk mufakat memutuskan: Menyetujui Laporan Tahunan ASPI termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Badan Pengawas ASPI serta mengesahkan Laporan Keuangan ASPI (audited) untuk tahun buku 2015.

Dengan telah disetujuinya Laporan Tahunan ASPI termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Badan Pengawas ASPI serta disahkannya Laporan Keuangan ASPI (audited) untuk Tahun Buku 2015, maka: RUA memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada segenap anggota Badan Pengurus dan anggota Badan Pengawas atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2015, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan ASPI untuk Tahun Buku 2015.

Selanjutnya Rapat memutuskan dengan suara bulat atas dasar musyawarah untuk mufakat mengenai: Berakhirnya masa jabatan seluruh anggota Badan Pengawas dan anggota Badan Pengurus ASPI periode 2013 – 2016 (kecuali Komite 1) yang semula berakhir pada tanggal 20 Juni 2016 menjadi berakhir pada penutupan Rapat, serta Menyetujui pengangkatan anggota Badan Pengurus dan anggota Badan Pengawas periode 2016-2019 atau dengan masa jabatan 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditutupnya Rapat, yaitu dengan susunan sebagai berikut:

Kemudian Rapat memutuskan dengan suara bulat atas dasar musyawarah untuk mufakat mengenai Persetujuan pengunduran diri Bapak NURULLAH AKHSAN selaku Ketua Komite 1 (RTGS/SKN/S-4/PVP) dan pengangkatan Bapak ARI YANUANTO ASAH, menjadi Ketua Komite 1 periode 2016-2019 atau dengan masa jabatan 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditutupnya Rapat.

Dalam Rapat juga dilaporkan mengenai kesepakatan Badan Pengurus ASPI yang telah menunjuk Bapak SANTOSO LIEM sebagai Ketua Komite 7.

Demikian liputan singkat dari pelaksanaan RUA Tahunan ASPI pada Tahun Buku 2015, tanggal 16 Juni 2016 di Bank Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pemangku kepentingan dalam industri sistem pembayaran di Indonesia.

3. Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Hak Kepemilikan Atas Standar Teknologi ChipUntuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet

ASPI bersama dengan Forum Prinsipal yang terdiri dari 3 (tiga) perusahaan switching yaitu PT Alto Network , PT Artajasa Pembayaran Elektronis, dan PT Rintis Sejahtera melakukan Upacara Penandatanganan Perjanjian pada Kamis, 16 Juni 2016. Perjanjian ini terkait dengan Pengalihan Hak Kepemilikan atas Standar Teknologi Chip untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet dari Forum Prinsipal ke pihak ASPI. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dewan Direksi dan Manajemen Senior dari ketiga perusahaan switching.

Dengan adanya Perjanjian yang telah ditandatangani oleh Ketua Umum ASPI dan Dewan Direksi, dari PT Alto Network, PT Artajasa Pembayaran Elektronis, dan PT Rintis Sejahtera, maka Hak Kepemilikan atas Standar Teknologi Chip untuk kartu ATM dan/atau kartu Debet sekarang telah berada di ASPI, untuk kemudian akan diserahkan kepada Bank Indonesia pada waktu yang akan ditentukan.

4. Workshop “Persiapan Menyambut Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan PIN Online 6 Digit untuk Kartu ATM dan/atau Debet

Pada tanggal 31 Agustus dan 1 September 2016 diadakan workshop yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bersama ASPI bertempat di Ruang Serbaguna, Gedung Sjafruddin Prawiranegara kompleks Bank Indonesia. Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk Memberikan pelatihan kepada team operasional dan TI bank untuk mendapatkan pemahaman teknis sehubungan dengan implementasi standar nasional teknologi chip NSICCS dan penggunaan PIN Online 6 digit untuk kartu ATM/Debet, agar bank-bank dimaksud dapat melakukan perencanaan dan pengelolaan proses migrasi sesegera mungkin dan siap memenuhi ketentuan BI terkait hal tersebut; dan Mendapatkan komitmen dari para Direksi / Manajemen Senior Bank untuk mendukung penuh penerapan NSICCS dan penggunaan PIN Online 6 Digit sesuai dengan ketentuan BI terkait hal tersebut.

Dalam workshop ini BI bersama ASPI mengundang beberapa perwakilan bank yang ada di Indonesia terutama dari bank konvensional kategori Buku 1, Buku 2, BPD, Bank Syariah dan BPR. Agar workshop ini didukung oleh manajemen senior dari masing-masing bank dan juga agar diikuti oleh perwakilan (PIC) bank yang kompeten di bidang teknologi dan operasional implementasi NSICCS nantinya, maka pada kesempatan ini BI bersama ASPI mengundang level Direksi dan Manajemen Senior Bank yang membawahi bisnis kartu ATM/Debet serta PIC IT & Operation nya.

Pelaksanaan workshop ini dibagi menjadi 2 (dua) batch yaitu batch pertama pada 31 Agustus 2016 dihadiri oleh perwakilan bank yang berasal dari daerah di luar provinsi DKI Jakarta, kemudian batch kedua pada keesokan harinya 1 September 2016 dihadiri oleh perwakilan bank yang ada di DKI Jakarta.

Workshop ini terbagi menjadi 3 (tiga) sesi yang terdiri dari sesi Pembukaan oleh Pimpinan DKSP (Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran) dan DSSK (Departemen Surveillance & Stabilisasi Keuangan), Bank Indonesia serta Pimpinan ASPI; selanjutnya sesi Berbagi Pengalaman oleh Perwakilan Anggota ASPI dari Bank Mandiri dan Bank Permata; kemudian sesi Penjelasan oleh Perwakilan dari PT CBI (Citra Bakti Indonesia) dan Perwakilan Anggota ASPI dari 3 (tiga) Perusahaan Switching  yaitu PT Alto Network, PT Artajasa Pembayaran Elekronis dan PT Rintis Sejahtera.

Dalam sambutannya, Bank Indonesia  menegaskan Tujuan implementasi standar nasional teknologi chip (NSICCS) dan PIN online 6 digit pada kartu ATM/Debet adalah untuk memperkuat keamanan dan efisiensi, mendorong interoperabilitas, menjaga kepentingan nasional, serta meningkatkan kemandirian industri ATM/Debet domestik. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia telah menerbitkan SEBI No.17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 perihal Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan PIN Online 6 Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang diterbitkan di Indonesia. Di dalam ketentuan ini, Bank Indonesia telah menetapkan periode implementasi (migrasi) standar nasional teknologi chip (NSICCS) dan PIN online 6 digit pada kartu ATM dan/atau kartu Debet sampai akhir tahun 2022. 

Sesuai jadwal diatas, khusus terkait deadline tahapan implementasi infrastruktur host dan back-end system bank untuk memproses transaksi kartu ATM dan/atau kartu Debet berbasis standar nasional kartu chip dan PIN Online 6 digit pada tanggal 30 Juni 2017, Bank Indonesia meminta perhatian seluruh industri SP mengingat waktu yang sudah cukup dekat. Bank Indonesia  mengharapkan agar seluruh industri SP dapat memberikan komitmen terhadap implementasi standar nasional teknologi chip dan PIN Online 6 digit dimaksud. Seluruh elemen industri SP agar dapat berperan aktif dalam berbagai upaya persiapan pengelolaan standar nasional Kartu ATM dan/atau Kartu Debet, pemenuhan persyaratan yang ditentukan Bank Indonesia, serta pemberian edukasi kepada masyarakat sebelum dan setelah implementasi standar nasional kartu ATM/Debet. Guna mendukung implementasi standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 digit ini, Bank Indonesia juga meminta komitmen dari seluruh industri SP untuk menyampaikan laporan implementasi tersebut secara berkala kepada Bank Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan presentasi ASPI dengan pemaparan mengenai Industri perlu mempertimbangkan dan memperhatikan kompleksitas proses migrasi standar teknologi kartu ATM/Debet berbasis chip dan batas waktu serta tahapan implementasinya. Adapun ASPI memandang bahwa proses migrasi adalah perubahan end-to-end yang membutuhkan komitmen dan dukungan Direksi; Diperlukan rencana kerja yang komprehensif dan dukungan Task Force lintas fungsional serta sistem pemantauan implementasi yang ketat dalam rangka memastikan kesuksesan program dan aspek kepatuhan terhadap regulasi; Perhatian kepada proses layanan kepada nasabah yang berkesinambungan selama proses migrasi (awal – transisi – penyelesaian); Melalui worskhop ini, ASPI menfasilitasi proses pembelajaran migrasi kepada anggota oleh anggota. ASPI juga melihat bahwa program migrasi nasional standar teknologi kartu ATM/Debet berbasis chip membutuhkan kolaborasi dan harmonisasi antara pelaku industri, Bank Indonesia dan ASPI. Dalam hal ini ASPI siap memberikan dukungan kepada anggota secara periodik sesuai tahapan implementasi.

Pada sesi Berbagi Pengalaman diisi oleh perwakilan anggota ASPI dari PT. Bank Mandiri, Tbk dengan topik mengenai “Proses Migrasi Implementasi Penggunaan Standar Kartu Berteknologi Chip (NSICCS)”, dengan materi mengenai Pengertian Standar Kartu Chip NSICCS; Kartu Magnetic Stripe vs Kartu Chip; Proses Migrasi; dan Project Team. Selanjutnya perwakilan anggota ASPI dari PT. Bank Permata, Tbk. membahas topic mengenai “Strategi Penerbitan dan Pendistribusian Kartu”, dengan materi antara lain mengenai Implikasi Penerbitan Kartu Chip pada Penerbit; Tahapan Implementasi Kartu Chip; Checklist Implementasi sebagai Penerbit; Opsi Kartu & Personalisasi; Prosedur Internal; dan Edukasi/Sosialisasi Internal & Eksternal.

Sesi selanjutnya adalah sesi Penjelasan secara teknis oleh perwakilan dari PT. Citra Bakti Indonesia (CBI), dengan topik “Proses Personalisasi Kartu dan Sertifikasi Kartu/Terminal” yang memaparkan materi diantaranya Tugas CBI; Mengapa Perlu CBI; Cakupan dan Batasan CBI; Produk yang sudah Sertifikasi; dan Proses CPT untuk Bank Penerbit Kartu.

Perwakilan anggota ASPI dari PT. Artajasa Pembayaran Elektronis juga memberikan penjelasan teknis mengenai “Proses Functional Test Lab”, dengan materi NSICCS Lab; dan Proses CPT (Card Perso Test), selanjutnya perwakilan anggota ASPI lainnya yaitu PT. Alto Network menyampaikan “Proses Key Management”, dengan materi diantaranya Fungsi Key Management; CA (Certificate of Authority); Static & Dynamic Data Authentication (SDA – DDA); Expiry Date Key, dan lain-lain. Sesi Penjelasan teknis ini ditutup dengan pemaparan dari perwakilan anggota ASPI, PT. Rintis Sejahtera yang membawakan topik “Sertifikasi Jaringan” dengan materi : Tujuan, Persyaratan Teknis, Konfigurasi, dan Tahapan dari Sertifikasi Jaringan.

Baik dalam sesi Berbagi Pengalaman dan Penjelasan teknis, moderator mempimpin jalannya sesi tanya jawab antara para peserta dengan pembicara workshop, serta membuat notulensi dan kesimpulan workshop. Rentetan acara yang berlangsung pada workshop selama 2 (dua) hari ini pun diakhiri tepat pada pukul 16.00 WIB.

Demikian acara workshop dalam rangka menyambut implementasi standar nasional berteknologi chip dan PIN Online 6 digit pada kartu ATM dan/atau kartu Debet yang dilangsungkan oleh Bank Indonesia dan ASPI. Semoga workshop ini bermanfaat bagi industri sistem pembayaran di Indonesia.

5. Peran Serta ASPI dalam kegiatan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) bertemakan Festival Smart City, Smart Money dari Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia (BI) Bapak Agus D.W. Martowardojo didampingi Gubernur DKI Jaya, Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Festival Smart Money Smart City hasil kerjasama Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ASPI dan Asosiasi e-Commerce Indonesia (IdEA). Festival Smart Money Smart City ini untuk mendukung Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Ekonomi dan Keuangan Daerah antara Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juni 2016 di Jakarta. Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jaya dan Gubernur BI besama Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsih meluncurkan kartu Jakarta One. Kartu ini dapat digunakan sebagai kartu identitas elektronik bagi warga Jakarta untuk akses pada bergagai fasilitas saran publik. Festival Smart Money Smart City akan berlangsung mulai tanggal 2 s/d 4 Juni 2016 di Golf Driving Range, Senayan, Jakarta.

Pada event ini Anggota ASPI yang berpartisipasi dengan membuka booth pameran dari institusi perbankan adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, Bank Mega, Maybank, Citibank, Standard Chartered, Bank Sinarmas, Danamon, CIMB NIaga dan BTPN, serta dari institusi telekomunikasi yaitu Telkom, Telkomsel, Indosat Ooreedoo, dan XL Axiata. Anggota ASPI peserta pameran ini juga membawa merchant-merchant nya untuk ikut serta berpartisipasi sebagai merchant non tunai dari produk atau layanan APMK dan Uang Elektronik dari perbankan dan perusahaan telekomunikasi penyedia jasa Uang Elektronik.

6. Ketentuan ASPI (KASPI) mengenai Transfer Dana dari Komite I - ASPI

Sehubungan dengan SE BI no. 18/7/DPSP tanggal 2 Mei 2016 perihal Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal oleh Bank Indonesia sebagaimana diubah dengan SE BI no. 18/40/DPSP tanggal 30 Desember 2016, maka perlu diatur lebih lanjut pedoman pelaksanaan Penagihan Warkat Debit di luar SKN-BI. Untuk itu atas arahan dari BI, ASPI diminta untuk menerbitkan Ketentuan ASPI (KASPI)  yang mengaturnya secara lebih teknis/mikro. ASPI tengah melakukan pembahasan mengenai KASPI tentang Penagihan Warkat Debit di Luar Mekanisme SKN-BI dengan nominal diatas Rp 500 juta. KASPI ini ditargetkan dapat diterbitkan pada pertengahan tahun 2017.

Working Group (WG) Komite I - ASPI juga telah membuat draft KASPI lainnya yaitu terkait dengan Kegiatan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal Antar Peserta melalui SKN-BI, dan juga draft KASPI mengenai Kegiatan Transfer Dana melalui BI-RTGS. ASPI juga tengah melakukan pembahasan yang intensif mengenai kedua KASPI ini dan telah mendapatkan feedback dari Bank Indonesia. ASPI fokus untuk menuntaskan draft final KASPI SKN-BI ini untuk diserahkan kepada BI juga pada 2017. Untuk draft final KASPI BI-RTGS juga akan dilanjutkan penyeselesaiannya, agar target peluncuran KASPI ini juga dapat terpenuhi secepatnya.

KASPI diatas wajib dipatuhi oleh semua anggota ASPI dan diharapkan dapat membantu mereka memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah serta membantu pemrosesan transaksi pembayaran secara lebih efisien dan lancar.

7. Ketentuan ASPI (KASPI) mengenai Fraud e-Banking dari Komite V–ASPI

Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi antara GPRK-BI dengan ASPI pada bulan Desember 2016, telah dibentuk Working Group (WG) Fraud e-Banking di Komite V ASPI yang terdiri dari 12 bank dan 3 telco dengan tugas utama menyusun ketentuan tentang Penanganan dan Penyelesaian transaksi pembayaran berbasis elektronik yang diduga sebagai tindak kejahatan. Apabila rancangan KASPI telah selesai dilakukan secara struktural dan legal review nya di tingkat WG dan pembahasan lebih lanjut dengan team teknis dari BI-DPSP, maka tahap selanjutnya adalah akan di panel khan di tingkat Komite V dan BP ASPI, kemudian dimintakan final review dan persetujuannya ke Bank Indonesia. Untuk program sosialisasi juga akan dilakukan kepada asosiasi dan/atau anggota terkait.

8. Kegiatan Persiapan Pengelolaan Standar

Sesuai yang diamanatkan pada RUA-LB tahun 2016 mengenai persiapan ASPI untuk menyerahkan hak kepemilikan standar NSICCS kepada Bank Indonesia dan persiapan ASPI sebagai Pelaksana Pengelola Standar (PPS) atas ijin Bank Indonesia, maka ASPI harus secara intensif mempersiapkan segala sesuatunya, terutama :

  • Berkoordinasi dengan Bank Indonesia mengenai rancangan konsep Berita Acara Serah Terima (BAST) yang disusun dan menyiapkan dokumen-dokumen pendukung yang akan diserahkan kepada Bank Indonesia
  • Sesuai dengan ketentuan dalam SEBI 18/15/DKSP, ASPI telah menyampaikan surat dan proposal pengajuan sebagai Pengelola Standar kepada Bank Indonesia, yang mana ASPI secara paralel juga tengah mempersiapkan Rencana Kerja untuk mengoperasikan Pelaksana Pengelola Standar (PPS) dengan target penyelesaian pada saat menerima persetujuan formal dari Bank Indonesia.
  • Guna mendukung operasional PPS selanjutkan ASPI menyiapkan :
  • Struktur organisasi PPS
  • Rekrutmen tenaga profesional yang akan mengelola PPS
  • Persiapan kantor/ruang kerja yang memadai
  • Penyusunan SOP untuk menjalankan kegiatan sertifikasi dan key management
  • Perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga (CBI, Perso Biro, Lembaga Switching, dll) untuk menunjang PPS menjalankan fungsi pengelolaan sertifikasi standar dan Certificate of Authority (CA)
  • Melakukan kajian berkenaan dengan peningkatan spec dari EMV 4.1 ke EMV 4.3
  • Penyusunan materi informasi sehubungan dengan proses sertifikasi dan perso/recarding kartu, upgrade system, dll. Informasi NSICCS ini akan tersedia bagi anggota ASPI pada website ASPI.

9. Program Edukasi Modus Kejahatan Internet Banking

Bersama dengan WG Edukasi e-Banking dari anggota ASPI telah diselesaikan Video Infografik ASPI mengenai edukasi modus kejahatan Internet Banking yang berdurasi 90 detik, yang telah di share ke beberapa bank anggota ASPI untuk dapat ditayangkan di media luar ruang seperti videotron dan/atau below the line seperti banking hall serta e-channels seperti ATM screen, website atau internet banking anggota yang durasinya disesuaikan dengan kebutuhan.

: Gd. Graha Mandiri Lt. 26, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta Pusat 10310

: sekretariat@aspi-indonesia.or.id ; : (62-21) 230 0393

: (62-21) 230 1947 / (62-21) 230 1829

Copyright © 2017 Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia - ASPI